Selasa, 26 Januari 2010

SFC v persebaya


Thanks Pocigol

(2) Sriwijaya v Persebaya (1)

* Sabtu (30/1), Giliran Tantang SAFFC

PALEMBANG -Sriwijaya FC (SFC) harus berterima kasih pada Rahmat “Poci” Rivai. Golnya menit ke-89, memastikan kemenangan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) 2-1 (0-0) atas Persebaya Surabaya pada laga pamungkas putaran I Djarum Indonesia Super League (DISL) II di Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (26/1).

Sebelumnya, kedudukan imbang 1-1. Bajul Ijo (julukan Persebaya) leading lebih dulu via gol Korinus ”Q-Lo” Fingkrew menit ke-53. Sementara, Sriwijaya menyamakan kedudukan via gol Keith Kayamba Gumbs menit ke-75.

Donasi tiga poin, memastikan Sriwijaya di posisi ke-5 dengan meraup 25 poin. Tapi, posisi masih bisa turun. Sebab, ada 7 tim yang masih menyisakan satu laga dan terpaut 1 hingga 3 poin dengan Sriwijaya. (lihat klasemen sementara, red). ”Poci patut mendapat pujian. Golnya benar-benar di saat yang tepat,” aku Coach Sriwijaya, Rahmad Darmawan.

Rahmad mengaku terlambat memasukan striker kelahiran Ternate, 11 Desember 1977. Dia baru menurunkan Poci menit ke- 80, menggantikan Ponaryo Astaman.

Sebelumnya, pelatih kelahiran Metro (Lampung), 28 November 1966 memasukkan dua pemain sekaligus menit ke-65. Yaitu Arif Suyono menggantikan Christian Worabay dan Toni Sucipto menggantikan Alamsyah Nasution.

Rahmad sendiri terlihat frustasi. Sriwijaya yang tampil dominan di laga kemarin justru memakai lagu lama. Semua peluang gol pun buyar. Menit ke-23, Kayamba nyaris membuat gol. Tapi, melenceng tipis di atas gawang Endra Prasetya, kiper Persebaya.

Bahkan menit ke-32, Si Badak Jawa alias Slamet Riyadi ikut-ikutan mengancam gawang Persebaya. Namun, melenceng tipis juga. Tak ada gol tercipta di babak pertama. Kedudukan masih 0-0.

Babak kedua, Persebaya melakukan penetrasi. Di saat Ngon a Djam tak berkutik karena dikawal ketat para defender Sriwijaya, dua striker Persebaya lainnya Taupik dan Korinus justru bekerja keras. Menit ke-53, petaka datang.

Korinus lepas dari kawalan Ambrizal. Dia pun tinggal one to one dengan Hendro Kartiko, kiper Sriwijaya FC. Tapi, Hendro salah antisipasi. Slamat Riyadi yang mencoba menjadi “kiper”, tidak mampu mencegah gol Korinus.

Skor 1-0 untuk Persebaya. Tak ada selebrasi berlebih dari Korinus. Pemain yang musim 2007 dan 2008/09 membela Sriwijaya, hanya merapatkan kedua telapak tanggannya, tanda permintaan maaf atas golnya.

Namun, dewi fortuna masih berpihak pada Sriwijaya. Menit ke-75, tendangan Keith Kayamba menyambar umpan lambung pendek Zah Rahan, menghujam deras ke gawang Endra. Skor menjadi imbang 1-1.

Menit ke-89, Poci memastikan kemenangan Sriwijaya FC. Tendangan kerasnya menyambut umpan Obiora, mengoyak gawang Persebaya. Skor 2-1 untuk kemenangan Sriwijaya.

Meski menang, nada ketidakpuasan terlontar dari bibir Rahmad Darmawan. Dia tidak habis pikir, mengapa tim asuhannya ketiban sial. Terutama peluang-peluang emas yang gagal berbuah gol.

”Mungkin, kita semua perlu banyak beristighfar. Introspeksi diri bahwa kita ini banyak berbuah salah. Semoga putaran II nanti, menjadi awal yang baik bagi Sriwijaya,” aku Rahmad dengan nada melankolis.

Sementara, asisten pelatih Persebaya, Ibnu Grahan, mengaku stamina anak-anak asuhanya terkuras habis. Salah satu penyebabnya, minim revovery pascatumbang 2-4 dari Persib Bandung (23/1). “Sriwijaya bisa memanfaatkan counter attack dengan baik. Itu yang tidak bisa kami antisipasi,” ungkap Ibnu Grahan.

Nah, lupakan sejenak DISL II. Sriwijaya kini menatap Liga Champion Asia (LCA). Sabtu (30/1) nanti, mereka akan meladeni jamuan Singapore Armed Force (SAFFC) pada play off 1 di Stadion Jalan Besar, Singapura.

Kalau kalah, Sriwijaya terlempar ke AFC Cup (UEFA-nya Asia) alias kasta kedua. Jika menang, Sabtu (6/1) nanti, giliran Sriwijaya akan menjadi tuan rumah. Yaitu menjamu pemenang antara Da Nang (Vietnam) dan Muang Thong United (Thailand).

Kalau menang lagi, maka akan masuk babak utama (32 besar). Tergabung di grup G bersama Gamba Osaka (Jepang), Henan Construction (Cina), dan Suwon Samsung Bluewings (Korsel). “Semoga anak-anak tidak terbebani di play off LCA,” harap Rahmad. (mg42/mg43/nvs/sumatera ekspres)

Rabu, 25 November 2009

Nganget

SEMBUH di NGAGET.
Nganget, Singgahan Tuban, menjadi serbuan warga dari berbagai penjuru daerah. Mereka berendam di sungai yang ada sumber air panasnya dan mengandung belerang, sulfur. Tempat ini dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit teruama gatal gatal, linu linu, encaok, rematik.''Saya sudah tiga hari di sini, berendam siang kadang malam. Sekarang saya bisa jalan,''kata seorang warga dari Ngasem.Photo
Anda ingin kesana..naik bus dari Surabaya, menuju kota bojonegoro, terus naik jurusan jatirroto-tuban. Turun di daearah Singgahan , atau pasar Singgahan. Di pinggir jalan tertulis Ngaget. Ada arena serupa bernama Perataan.
Mahmud Harian Pagi Sumatera Ekspres

pantai dengok berondong lamongan

Suasana indah di pantai Dengok, Paciran , Tuban. Disinilah para nelayan usai melepas ikan ikannya ke TPI Berondong , Tuban , membawa perahu yang merupakan nahkoda penghiudpan mereka,untuk diperbaiki. Ada yang menambal, ada yang memperbaiki jala, maupun mengisi bahan baku , berupa beras, solar, air. Ini untuk berlayar seminggu sampai dua minggu kedepan. photo mahmud harian pagi Sumatera Ekspres.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Bule Island Resort Lampung


pintu masuk bule island resort , di lampung , cukup menyejukkan untuk menghilangkan penat dikala penuh kerjaan .
photo mahmud Sumatera Ekspres palembang

Pulau Bule - Bule Island Resort

Menuju Pulau Bule, Lampung Selatan , Provinsi Lampung. di Bule Island Resort ini cukup
mengasyikkan. Udaranya segar, hamparan alamnya indah, dan fasilitas yang diberikan oleh pemiliknya, Tommy Winata, juga memadai. Photo Mahmud - Sumatera Ekspres Palembang.

persiba v sfc

Bukan karena Veteran

KURANG gregetnya Sriwijaya FC, kerap dinilai akibat coach Rahmad Darmawan masih percaya pemain-pemain tua. Buktinya, 5 dari 6 pemain tua Laskar Wong Kito tidak mampu meredam agresivitas pemain Persiba yang lebih muda dan fresh. Dampaknya, Sriwijaya kalah 0-4. Catatan ini, memperjanjang rekor buruk yang sudah 9 kali dikemas Sriwijaya.
Saat ini, ada 6 pemain Sriwijaya yang berstatus veteran. Dikatakan veteran karena usia mereka di atas 30 tahun. Mereka adalah Keith Kayamba (37 tahun), Hendro Kartiko (36 tahun), Rahmat Rivai (32 tahun), Charis Yulianto (31 tahun), Ponaryo Astaman (30 tahun), dan Isnan Ali (30 tahun).
Pasca bergabungnya Aleksandar Duric, sempurna sudah julukan Sriwijaya sebagai pelopor pemain veteran. Sebab, usia Duric justru 39 tahun. Pria yang masih memperkuat Singapore Armed Force (SAF) hingga Jumat, 6 November mendatang, adalah kelahiran Bosnia, 12 Agustus 1970.
Namun, keoknya Sriwijaya karena pemain tua dibantah Hendri Zainuddin, manajer tim. Menurutnya, Rahmat Rivai dkk hanya kelelahan saja. “Mereka bermain normal-normal saja. Hanya terlihat lelah sejak melawan PSM, Rabu (11/11) lalu,” bantah Hendri.
Kondisi tim yang tidak komplet (ada 7 pemain inti yang absen), juga menjadi penyebab drop-nya performa Sriwijaya. Mereka adalah Obiora Richard (masih di Nigeria), Precious Emuejeraye (masih di Woodland Wellington), Aleksandar Duric (masih di SAF), Charis Yulianto (cedera), Ambrizal (pemulihan DBD), Toni Sucipto (TC timnas U-23) dan Ferry Rotinsulu (cuti nikah).
“Kami akan buktikan, Sriwijaya bisa lebih baik jika kondisi tim komplet. Saat lawan Persitara, 21 Nopember nanti, tim 100 persen siap. Charis dan Ambrizal hampir pasti sembuh. Obiora, Precious, dan Duric juga bisa dimainkan,” pungkas anggota DPRD Banyuasin.(mg2)

Daftar pemain Sriwijaya diatas 30 tahun

Nama Kelahiran Usia
Alexandar Duric 12 Agustus 1970 39
Keith Kayamba 11 September 1972 37
Hendro Kartiko 24 April 1973 36
Rahmat Rivai 11 Desember 1977 32
Charis Yulianto 11 Juli 1978 31
Ponaryo Astaman 25 September 1979 30
Isnan Ali 15 September 1979 30

SFC Mengapa Kalah?


Diiming-imingi Bonus,

Tetap Kalah

PALEMBANG - Kekalahan Sriwijaya 0-4 atas Persiba Balikpapan, (14/10) lalu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Sumsel. Berbagai kritikan datang dari beberapa kalangan. Termasuk menyoroti tidak sanggupnya manajemen mengurus Sriwijaya FC. Tapi, pihak manajemen Sriwijaya FC membantah, kekalahan 0-4 atas Persiba ini disebabkan kesalahan nonteknis.

“Ini murni kelelahan fisik dari pemain yang sebelumnya melakukan 2 pertandingan berat. Sebelumnya, kami dan pelatih sudah memberikan support kepada pemain untuk tetap optimistis. Karena hanya modal Optimis itu yang bisa kami andalkan,” kata Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.

Hendri menambahkan, selain support, pihak manajemen juga memberikan bonus agar pemain bisa bertambah semangat dalam bertanding. Yakni, bila pada laga away dan menang, akan diguyur bonus Rp4 juta per pemain. Dan apabila seri akan di beri bonus Rp2 juta.

“Bonus ini hanya semata-mata untuk meningkatkan semangat bertanding para pemain. Sehingga di harapkan pada pertandingan terutama pada laga away pemain bisa bermain lebih optimal. Dan bisa memberikan yang terbaik,” lanjut pria berkacamata ini.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengakui kekalahan 0-4 atas Persiba murni kesalahan tim. Sehingga tidak ada istilah saling menyalahkan. “Kekalahan ini adalah kesalahan tim. Dan saya selaku pelatih akan bertanggung jawab atas kekalahan ini. Sebab, setiap pertandingan pelatihlah yang bertanggung jawab,” timpal pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan.

Rahmad tidak menampik bila kekalahan ini juga disebabkan karena kelelahan fisik pemain. Maklum, sejak 5-15 Oktober, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini melakukan 3 pertandingan beruntun. Yakni, melawan Persipura, (7/10), pada laga community shield, dengan skor 1-3, melawan PSM (11/10) pada laga perdana ISL dengan skor 1-1, dan Persiba Balikpapan (14/10), dengan skor 0-4.

“Kami masih mempunyai waktu sekitar satu bulan untuk melakukan pertandinagn melawan Persitara (21/11) nanti. Sehingga kami bertekad untuk mengembalikan peforma kami. Dan kami tidak ingin kekalahan seperti ini terulang lagi,” pungkas mantan pelatih Persija ini. (mg43/sumatera Ekspres palembang)