HL Sumatera Ekspres Edisi 29 Agustus 29

Debat Tanpa Sohe

---------------------------

PALEMBANG – Debat kandidat II Pemilukada Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan periode 2008-2013 yang disiarkan secara live di stasiun Metro TV mulai pukul 19.30 WIB malam ini (29/8), di Hotel Aston dipastikan hanya diikuti oleh satu pasangan calon, Alex Noerdin–Eddy Yusuf (Aldy). Sedangkan, pasangan Syahrial Oesman MM - Helmy Yahya (Sohe) dan pendukungnya absen karena dalam waktu bersamaan mendampingi mantan Presiden RI, yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menemui masyarakat di Kota Lubuk Linggau.
Belum dapat dipastikan bagaimana jalannya debat dengan hanya satu pasangan calon. Apakah berlangsung monoton atau suasananya tetap ”panas” seperti ketika debat kandidat I di Hotel Novotel, 18 Agustus 2008 yang dihadiri kedua pasangan calon.
Yang jelas, pihak Metro TV tetap bakal menampilkan tiga panelis untuk menguji pasangan Aldy dalam debat dua jam itu. Ketiganya, Prof Eko Prasodjo, guru besar otonomi daerah Universitas Indonesia, Markoni Badri dari Universitas Sriwijaya, dan Prof Sirozi wakil IAIN Raden Fatah Palembang.
Anggota KPUD Sumsel Divisi Sosialisasi Alfian Toni mengatakan, ketidakhadiran pasangan Sohe sudah diputuskan dalam rapat pleno terbuka kemarin (28/8). Pleno dipimpin langsung Ketua KPUD Syafitri Irwan. ”Tidak ada sanksi kalau salah satu pasangan calon tidak hadir. Saat MoU siap kalah dan siap menang bersamaan penentuan nomor urut di Hotel Swarna Dwipa, memang tidak ada kesepakatan jadwal debat. Waktu itu, kita sepakat debat akan digelar dua kali,” jelas Alfian.
Dikatakan, pihaknya sudah kontrak dengan Metro TV kalau debat dilakukan 29 Agustus. Lalu, Metro TV kontrak dengan TVRI. ”Kondisi ini membuat kita sulit mengubah jadwal yang sudah ada. Apalagi, permintaan hanya dilakukan salah satu pasangan. Tapi, kita sudah rapatkan dengan Metro TV agar diundur, meski keputusannya tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula.”
Menurut Alfian, meskipun hanya diikuti satu pasangan calon, pihaknya tetap menyebutnya debat publik. Konsepnya, dengan dipandu presenter Firji Baker para panelis mengajukan pertanyaan kepada pasangan Aldy. ”Dengan catatan jawaban pasangan Aldy nanti tidak boleh menjelekkan atau mendeskriditkan pribadi pasangan calon yang lain.”
Sebelumnya, dalam rapat pleno terbuka di kantor KPUD Sumsel Jakabaring, kemarin, pasangan Sohe kembali meminta agar KPUD Sumsel dan Metro TV mengubah jadwal debat kandidat II dari 29 Agustus menjadi 31 Agustus. Permintaan serupa sebelumnya sudah disampaikan secara tertulis ke KPUD Sumsel.
“Apabila permohonan kita tidak dapat dipenuhi, untuk pelaksanaan debat besok malam (hari ini, red), Sohe tidak dapat hadir. Kita lebih memilih mendampingi Ibu Megawati bertemu dengan tokoh masyarakat, yang sudah lama ingin bertatap muka dan berdialog dengan Ibu Megawati dan Sohe,” kata Ketua Media Centre Sohe, Ir Faisal Perdana dalam rapat.
Selain meminta pengunduran jadwal debat, menurut Faisal, pihaknya sudah menawarkan debat kandidat dari jarak jauh. Hanya saja, pihak penyelenggara merasa keberatan. ”Mereka tidak mau. Sekali lagi, bukannya Sohe tidak mau hadir. Mohon dimengerti besok (hari ini, red) Sohe ada jadwal kegiatan kampanye dan Ibu Megawati akan hadir dalam kampanye Sohe di Lubuk Linggau.”
Saat ditanya Sohe bisa menggunakan helikopter ke Palembang, Faisal mengatakan risikonya cukup riskan. Selain malam, juga cuaca sekarang tidak bagus. ”Musim hujan risiko itu terlalu mahal hanya buat debat, yang sebetulnya sudah dilakukan sebelumnya. Dan, kami ’kan sudah menawarkan jadwal pengunduran. Bukan tidak mau. Rakyat Sumsel tahu bagaimana kondisi cuaca saat ini. Kalau ada apa-apa dengan Ibu Megawati dan Sohe, bagaimana? Biarlah masyarakat menilai. Mereka pintar dan mengerti,” kata Faisal.
Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Aldy Jamratul Wusto dengan tegas menolak usulan perubahan jadwal dan meminta debat publik tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Sebab pada 31 Agustus, Aldy sudah mengagendakan berkampanye di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam.
Terpisah, Alex Noerdin kepada wartawan menegaskan, ia siap tampil dalam debat kandidat dengan program-program baru yang akan ditawarkan kepada masyarakat. ”Programnya jangan saya sebutkan sekarang. Nanti silakan dengar saat debat kandidat di Aston. Yang jelas, semua programnya berhubungan langsung dengan masyarakat.”
Selain agenda memantapkan masalah debat kandidat, kantor KPUD Sumsel kemarin juga mendapat kunjungan tim Mabes Polri. Mereka bermaksud meng-cross check isu-isu politik yang berkembang di Sumsel, terutama soal kelebihan kartu suara yang dititip di Polda Sumsel. ”Tim Mabes Polri membahas situasi politik di Sumsel dan penitipan kelebihan surat suara yang dititip di Polda. Semua tidak ada masalah,” ungkap Ahmad Bakri, anggota KPUD Sumsel. (32/mg30/



Comments